Kelompok A
Usia 4–5 tahunAnak mengenal diri, teman, dan lingkungannya melalui bermain di sentra, pembiasaan adab dan ibadah harian, serta pengenalan huruf hijaiyah dan hafalan surat pendek.
Iman yang ditanamkan, rasa ingin tahu yang dirawat, dan kemandirian yang tumbuh melalui pengalaman bermain.
Kami menghadirkan lingkungan belajar yang aman, penuh kasih sayang, berpusat pada anak, serta menguatkan akhlak, kesehatan, kecerdasan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembelajaran dilaksanakan melalui bermain dan Metode Sentra. Anak memperoleh pijakan sebelum, selama, dan setelah bermain, lalu diamati secara autentik agar stimulasi berikutnya sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak.
Baca cerita THI ↗Dari Kelompok A menuju kesiapan masuk sekolah dasar.
Anak mengenal diri, teman, dan lingkungannya melalui bermain di sentra, pembiasaan adab dan ibadah harian, serta pengenalan huruf hijaiyah dan hafalan surat pendek.
Pembelajaran sentra diperdalam untuk menguatkan bahasa, logika, kreativitas, kemandirian, dan kesiapan masuk sekolah dasar, disertai penguatan bacaan dan hafalan Al-Qur’an.
Guru menyiapkan lingkungan, memberi pijakan, mengamati, dan menghubungkan pengalaman main dengan tahap perkembangan setiap anak.
Mengenal Allah dan Rasul, ibadah, adab, doa, hadits, serta kecintaan kepada Al-Qur’an.
Bereksplorasi melalui warna, bentuk, musik, gerak, dan karya kreatif.
Menguatkan literasi, numerasi, koordinasi mata-tangan, dan kesiapan belajar.
Bermain peran dalam skenario sosial untuk mengembangkan bahasa, empati, dan kerja sama.
Mengamati, mencoba, membandingkan, dan berkarya dengan bahan yang dekat dengan alam.
Belajar urutan, takaran, sensorik, kemandirian, dan kebiasaan hidup sehat melalui kegiatan memasak.
Mengembangkan konsep ruang, bentuk, perencanaan, pemecahan masalah, dan kolaborasi.
Membangun alur cerita dan representasi melalui miniatur serta permainan simbolik.
Mandiri tumbuh dari kesempatan mencoba.Nilai keislaman dialirkan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, adab, doa, hadits, dan pembelajaran Al-Qur’an.
Budaya 5S—Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun—dihidupkan dalam interaksi sehari-hari.
Lingkungan, ritme kegiatan, pola hidup bersih, aktivitas fisik, dan kebutuhan emosi anak dijaga dengan penuh perhatian.
Anak membangun pengetahuan lewat pengalaman nyata, eksplorasi, pilihan kegiatan, dan interaksi yang bermakna.
Anak mendapat kesempatan mencoba, memilih, menuntaskan aktivitas, dan bertanggung jawab sesuai tahap perkembangannya.
Orang tua adalah mitra dalam observasi, konsultasi perkembangan, parenting, home visit, dan tindak lanjut program individual.
Di Kelompok A dan B, setiap anak didampingi melalui bermain, pembiasaan Islami, Metode Sentra, dan kolaborasi hangat bersama keluarga.